Skip to Content

Kebutuhan Belajar Santri Read more     Syarat-syarat Masuk PP. Darul Huffadh Read more     GERBANG : Kado mini Milad ke- 37 Darul Huffadh-ku Read more     PENGAJUAN ACARA MENJELANG KESYUKURAN KE - 37 TAHUN Read more     FORMATUR PANITIA KESYUKURAN KE 37 TAHUN PONDOK PESANTREN PUTRI DARUL HUFFADH Read more     Panitia Keyukuran Ke-37 Tahun Darul Huffadh Read more     Lepas Kangen dengan DARUL HUFFADH Read more     Liputan D'Jour Read more     Pendaftaran Santri Baru Read more     Pondok Pesantren Akan Disetarakan Read more     

Blog

Ketika "JILBAB" menjadi penutup MALU

Jilbabku.jpg

Ada satu pemandangan unik yang sering kita lihat saat ini, yach masih seputar kelakuan para koruptor kita, namun kali ini yang saya coba angkat adalah koruptor dari kalangan perempuan, sungguh disayangkan sosok ibu yang kita kenal lemah lembut didepan anak dan suaminya, ternyata juga menyimpan tabiat bengis sebagai pengumpul harta haram.

Ibu itu adalah Pembohong

Seorang Ibu dalam hidupnya membuat kebohongan.

1. Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata "Cepatlah makan, Ibu tidak lapar.."

2. Waktu makan, ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata "Ibu tidak suka daging, makanlah nak..."

3. Tengah malah saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, ia berkata "Istirahatlah nak, Ibu masih belum ngantuk..".

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk Ibu. Ia berkata "Simpanlah untuk keperluanmu nak, Ibu masih punya uang."

Sepucuk Surat Dari Ibu

Ibuku Sayang

Anakku,
ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.
Suatu ketika, aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang.
Aku berharap tidak memarahiku.

Anakku sayang,
Ketika pendengeranku semakin memburuk, dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan....
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maaf Anakku,
Aku semakin tua ketika lututku mulai lemah, aku berharap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun.
Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil untuk belajar berjalan.

Aku mohon anakku,

Renungan

Muhasabah

Seorang dokter terlihat bergegas menuju ruang operasi. Tanpa ada sebaris senyum pada mukanya. Di depan pintu ruang operasi, ayah dari anak yang akan di operasi menghampirinya, "kenapa lama sekali Anda sampai ke sini? Apakah Anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi", labrak si ayah. Dokter itu tersenyum tipis, "Maaf, saya sedang tidak di rumah saki tadi, saya secepatnya ke sini setelah ditelpon pihak rumah sakit". Kemudian ia meninggalkan sang Ayah dari pasiennya, juga dengan senyuman tipis.

Cinta Sejati

cinta-sejati.jpg

Alkisah di sebuah rumah mewah yang terletak dipinggiran sebuah kota, hiduplah sepasang suami istri. Dari sekilas orang yang memandang, mereka adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana usaha mereka dalam meraih kehidupan mapan yang seperti saat ini. Sayang, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun waktu sepuluh tahun pernikahan mereka, pasangan itu belum juga dikaruniai seorang anak pun yang mereka harapkan.

Sindikasikan konten