Skip to Content

Kebutuhan Belajar Santri Read more     Syarat-syarat Masuk PP. Darul Huffadh Read more     GERBANG : Kado mini Milad ke- 37 Darul Huffadh-ku Read more     PENGAJUAN ACARA MENJELANG KESYUKURAN KE - 37 TAHUN Read more     FORMATUR PANITIA KESYUKURAN KE 37 TAHUN PONDOK PESANTREN PUTRI DARUL HUFFADH Read more     Panitia Keyukuran Ke-37 Tahun Darul Huffadh Read more     Lepas Kangen dengan DARUL HUFFADH Read more     Liputan D'Jour Read more     Pendaftaran Santri Baru Read more     Pondok Pesantren Akan Disetarakan Read more     

Darul Huffadh, Rumah Penghapal Al-Qur'an

Kampung Qur'an

Karena Kejahilan pemahaman masyarakat akan Islam masa itu, Anre Gurutta Lanre Sa'id membentuk sebuah halaqah disibut Majelis Qurrra' Wal-Huffadh ( MQWH) selanjutnya menjadi Darul Huffadh (DH) sebagai wadah membimbing masyarakat sekitar, respon positif datang masyarakat lokal maupun luar daerah, terbukti dengan santriwan/santriwati berdatangan dari berbagai pelosok nusantara, bahkan ada dari Negeri Jiran Malaysia dan Suriname

Bila di amati dari nama MQWH & DH, A.G Lanre Sa'id tidak sekedar memberi nama, tetapi punya I'tikad baik bahwa MQWH & DH adalah sebuah identitas, tanda pengenal, maka santriwan/santriwatinya harus punya karakter sebagai "Penghapal Al-Qur'an". Karena bagaimana mungkin Bahtera MQWH & DH akan berlabuh tenang di dermaga " Pulau Al-Qur'an dan Al-Hadits " -sebagai cita cita terbesar Darul Huffadh- kalau nahkoda kapal tidak tau peta pulau. Oleh sebab itu aktivitas utama lembaga ini adalah membangun minat daya baca Al-Qur'an santriwan/santriwatinya, berusaha menggali, memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dan tuntunan Al-Hadits dalam praktek keseharian.

Pada hakekatnya menghapal Al-Qur'an bukan perkara sulit, tidak sesulit di otak sebagian orang, firman Allah : "Walaqad yassarnalQur'ana Lizzikri fahal-min muddakir", (Telah dijadikan Al-Qur'an mudah bagimu dalam mengingatnya, Adakah yang mengambil pelajaran..?!) Ayat ini di ulang beberapaki dalam Surat AlQamr, menghapal Al-Qur'an juga bukan perkara sepele dan enteng, tetapi menghapal Al-Qur'an memerlukan kelurusan niat, kesucian Jiwa, dan sikap Istiqamah dalam menjaga hapalan, pesan ini selalu beliu sampaikan di hadapan santriwan/santriwati dalam berbagai kesempatan.

Membentuk Generasi Qur'ani adalah proyek terbesar MQWH & DH semenjak didirikannya, dalam perjalananya Al-Hamdulillah dan patut merasa berbangga dan mensyukuri, ratusan bahkan ribuan Huffadzh & Hafidzhat tamatan lembaga ini, para Huffadzh & Hafidzhat  itu adalah aset hidup MQWH & DH sebagai penuntun masyarakat dan pemimpin Umat dan Bangsa masa depan bermental Qur'ani.

Anjuran membaca Al-Qur'an dan fadhilahnya banyak kita jumpai dalam nash Hadits maupun Al-Qur'an itu sendiri, dalam Surat Ibrahim Allah berfirman : "الابذكر الله تطمئن القلوب " lafazh Zikr bermakna "Al-Qur'an dan Zikrullah (zikir-zikir wirid), dalam Hadits Sahih juga di riwayatkan yang maknanya : Orang yang Mahir (membaca-memahami) Al-Qur'an tempatnya bersama dengan orang baik baik (Rasul dan Anbiya'), sedangkan orang yang terbata bata dalam membacanya baginya dua pahala, الم bukan satu huruf melainkan terdiri dari tiga, (alif, lam dan miim).

Semoga di Usia menjelang 37 tahun dari Kesyukuran Khataman Santri/Santriwati,  Darul Huffadh tetap teguh pada prinsipnya, teguh mempertahankan identitas dirinya, karena sejatinya sebaik baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya, mengajarkan Al-Qur'an tidak hanya terbatas mengajari anak-anak mengeja alif, ba', tsa, dan seterusnya, tetapi dengan menjadikan Al-Qur'an manhaj kehidupan sosial, berakhlaq Qur'ani, adalah bagian dari cara mengajarkan masyarakat Al-Qur'an secara tidak langsung. 

Jangan jadikan "Menghapal Al-Qur'an" sebagai tujuan, tetapi jadikan "ia" jembatan menuju Tujuan : Mengamalkan Al-Qur'an.

Wallahu A'lam.