Skip to Content

Kebutuhan Belajar Santri Read more     Syarat-syarat Masuk PP. Darul Huffadh Read more     GERBANG : Kado mini Milad ke- 37 Darul Huffadh-ku Read more     PENGAJUAN ACARA MENJELANG KESYUKURAN KE - 37 TAHUN Read more     FORMATUR PANITIA KESYUKURAN KE 37 TAHUN PONDOK PESANTREN PUTRI DARUL HUFFADH Read more     Panitia Keyukuran Ke-37 Tahun Darul Huffadh Read more     Lepas Kangen dengan DARUL HUFFADH Read more     Liputan D'Jour Read more     Pendaftaran Santri Baru Read more     Pondok Pesantren Akan Disetarakan Read more     

IKDH ANTARA HARAPAN DAN REALITA

               Nun jauh di kampung 77 desa tarasu, ribuan cita-cita dan harapan dia gantungkan, lautan dan jauhnya medan perjalanan seakan tak berarti baginya, keinginannya tetap memuncak, rasa keingin tahuannya seakan mengalahkan beribu cerita yang dia dengar, karena ia memegang teguh prinsip  “melihat sekali akan lebih baik daripada mendengar seribu kali”.

                Sabtu malam 21/01/2012, tidak seperti biasanya malam-malan di kantor primagama saya habiskan untuk browsing internet, sekedar ber chat ria atau memoles blog pribadi, tiba-tiba aja terbesit satu ide tulisan tentang IKDH, yach...organisasi yang dibentuk untuk mewadahi anak manusia yang pernah singgah di DH walau barang sebentar dan pernah mencatatkan namanya sebagai santri.

                IKDH didirikan atas landasan kebersamaan dan ungkapan rasa cinta anak manusia kepada institusi yang pernah menggoreskan sejarah dan kenangan dalam hidupnya, dengan harapan ini kelak semuanya dapat tetap bersatu dan memiliki keterikatan batin dimanapun keberadaannya dand apapun profesinya.

                Menelisik kiprah IKDH tidak lah terlalu sempurna seperti yang semua kita inginkan, struktur yang kadang tidak terpenuhi serta tanggungjawab pengurus yang terbengkalai, namun itu bukan hal penting yang dibicarakan, karena bisa saja dimaklumi dengan beragam profesi yang dilakoni pengurusnya tentulah bukan hal yang mudah untuk mengatur pekerjaan, serta tanpa menafikan  dengan IKDH yang tetap konsiten dengan uluran tangannya ke DH baik moral maupun materi, serta tetap menjaga ukhuwah, namun lagi-lagi dengan dengan alasan tersebut kutitip pesan buat kita semua, saya, kamu dia, dan mereka, sungguh indah Islam yang kita anut, mengajari kita untuk membuat skala perioritas atas amanah yang diberikan kepada kita, karena waktu luang itu takkan pernah ada jika diri kita tak pernah meluangkan waktu.

                Lepas dari masalah tanggungjawab tadi ada hal mendasar yang patut kita pahami bersama bahwa, memupuk kebersamamaan itulah hal yang penting, saling silaturrahim itulah yang terbaik, mengungkapkan kata-kata dan menyampaikan kabar haruslah dilandasi dengan realita yang terjadi, kembali pribadi ini mengingatkan betapa indahnya ajaran Islam dalam hal menyikapi sebuah permasalahan dan berita “Tabayyun” dalam setiap permasalahan merupakan hal mutlak, bagaimana tidak berita yang kita sampaikan akan memberikan efek domino dan tentunya tidak ada satupun yang diuntungkan dengan semua itu.

                Kalaupun ada benarnya dari setiap berita yang sampai ditelinga kita maka lebih elok kita bicarakan bersama, sebagai orang intelek tentulah memiliki jalan keluar yang lebih arif, dalam diskusi dan pertemuanlah akan terlihat sepintar apa ANDA dan setinggi apa sekolah SAUDARA,dengan tidak mengumbar berita yang tidak dapat kita pertanggungjawabkan kepada orang-rang yang belum tentu berniat baik tentang DH, karena ini akan menjadi kesempatan memancing di air keruh, tidak kah kita sadar bahwa musuh-musuh Islam itu selalu datang dan terlalu sulit tuk dideteksi, karena ia kadang datang berwujud teman, sahabat bahkan dengan ribuan perhatian dan jutaan pujian

                Keberadaan IKDH sebagai garda terdepan DH tentulah memiliki kewajiban menjadi tameng awal dari DH, dari segala permasalahan hendaknya ia tampil gagah berani sebagai Problem solver bukan sebaliknya sebagai Problem Maker, atau malah menjadi musang yang berbulu domba, agar dapat menerkam lawan dengan mudah, atau menjadi cukong segelintir orang yang mengambil keuntungan.

                teman IKDH, rasa kepemilikan dan rasa tanggujawab atas jalannya pendidikan di DH akan menghasilkan mind set dan tindakan kita akan semakin dewasa dan arif dalam melihat dan menilai setiap permasalahan.

               Inijualah yang menandakan ternyata kita masih jauh dari komitmen kebersamaan yang kita telah ikrarkan, masih jauh dari nilai-nilai tasamuh yang sering kita agung-agungkan, bahkan terlalu berat tuk dirangkai sebagai cerita indah untuk generasi penerus kita.

                Catatan kecil ini kupersembahkan untuk IKDH dimanapun berada, karena kamulah INSPIRASIKUheart......

Sabtu  Malam 20 Januari 2012

 Kunjungi saya di:

                www.inspirasi-85.blogspot.com

                www.anakbone.weebly.com

                Twitter : andi_takdir

                Fb        : Andi Takdir

menyedihkan

waspada pengadu domba dikalangan kita

Bersama Kita menangis...

setiap organisasi, entah organisasi apa pun itu, haurs memiliki pondasi yang kuat,,,,apakah IKDH telah memilikinya?