Skip to Content

Kebutuhan Belajar Santri Read more     Syarat-syarat Masuk PP. Darul Huffadh Read more     GERBANG : Kado mini Milad ke- 37 Darul Huffadh-ku Read more     PENGAJUAN ACARA MENJELANG KESYUKURAN KE - 37 TAHUN Read more     FORMATUR PANITIA KESYUKURAN KE 37 TAHUN PONDOK PESANTREN PUTRI DARUL HUFFADH Read more     Panitia Keyukuran Ke-37 Tahun Darul Huffadh Read more     Lepas Kangen dengan DARUL HUFFADH Read more     Liputan D'Jour Read more     Pendaftaran Santri Baru Read more     Pondok Pesantren Akan Disetarakan Read more     

Riwayat Singkat KH. Lanre Said (Pendiri Pondok)

Lanre SadiPada tahun 1923 M, di desa kecil bernama Ulunipa terlahirlah seorang anak yang di beri nama Said, bakal Pendiri Pondok Pesantren Darul Huffadh di kemudian hari, Beliaulah Al-Ustadz Lanre Said, anak dari Andi Passennuni petta Ngatta dengan pasangan Andi Marhana Petta Uga. Beliau tumbuh dan berkembang atas didikan ayahnya dikampung yang sekarang dikenal dengan nama Manera. Setelah memasuki umur 10 tahun beliau dikirim oleh ayahnya kepada seorang kiyai untuk dididik dan diajari ilmu ilmu agama, tepatnya di Pesantren Islamiyyah Sengkang. Kurang lebih 16 tahun beliau mengisi waktunya untuk menghafal Al-Qur’an dan ilmu ilmu agama serta mengabdikan diri di Pondok tersebut. Di Pondok inilah beliau membangun pondasi pengetahuan agamanya dengan bimbingan langsung, kyai As’ad, dan termasuk murid kesayangannya. Setelah mengabdikan diri kurang lebih 4 tahun. Beliau kemudian ke Selayar untuk membuka sekolah dan mengajar selama 2 tahun. Dan kembali ke kampung halamannya dan mengajar selama 2 tahun.

Delapan tahun selama masa pengabdiannya tidak pernah menuntut upah bahkan selalu menolak setiap ditawari upah. Pondok Pesantren Darul Huffadh didirikan oleh Ustadz H Lanre Said atas perintah dan petunjuk Allah melalui mimpi melihat sebuah lampu petromaks (strongkeng, bugis), yang bersinar dipuncak gunung bilala. Hal ini dialaminya pada tahun 1950 dan dita’birkan sebagai perintah mendirikan sebuah lembaga pesantren yang khas untuk penghapalan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama Islam dengan proses pendirian dan pelaksanaannya bersandar melalui tata cara dan garis-garis ketentuan yang tertera dalam kandungan mimpi tersebut. Lampu petromaks yang bersinar terang memancarkan cahaya disekelilingnya namun tempat di bawahnya tetap dalam kegelapan, suatu isyarat bila Pondok Pesantren Darul Huffadh berdiri maka :

  • Santri yang belajar di dalamnya mayoritas berasal dari luar daerah berdirinya Pesantren
  • Daerah didirikannya Pesantren adalah yang rusak kehidupan beragamanya serta masyarakat gelap mata dan hatinya melihat keberadaan Pesantren
  • Adapun gunung bilala :
  • Bi ; “بِ “ artinya “ dengan”
  • “la” pertama    لا أسئلكم عليه أجرا....
  • “la” kedua  لا نريد منكم جزاءا ولا شكورا....

Dua ayat ini mengandung prinsip ketentuan yang akan dilalui pesantren, yaitu     : “ tidak memungut pembayaran dari santri, tidak meminta sumbangan dari masyarakat serta tidak mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan pesantren”. Tepatnya pada tahun 1962 dimulailah expedisi bersejarah itu, kurang lebih 26 tenaga pengajar memulai perjalanan da’wah menuju pulau Kalimantan. Beliau berdakwah selama 2 tahun setengah namun tidak ada tanda-tanda yang ditemui di pulau tersebut untuk dijadikan lokasi pendirian pondok sebagaimana ilham yang beliau dapatkan. Maka beliau melanjutkan perjalanan ke Nusa Tenggara Barat untuk berdakwah sekaligus mencari tempat yang cocok untuk didirikan pondok.

Setengah tahun lamanya beliau disana, namun tidak mendapatkan tanggapan positif, dari masyarakat sekitar, bahkan beliau tidak diizinkan menyentuh masjid apalagi sholat didalamnya. Hingga meninggalkan tempat tersebut dan tidak mendapatkan tempat yang sesuai untuk dijadikan lokasi pendirian Pondok. Kemudian beliau berangkat ke Surabaya, Cirebon dan Jakarta, Selama 10 tahun beliau beliau berkeliling di pulau Jawa namun belum juga nendapatkan tempat yang cocok untuk didirikan pondok. Jadi, 13 tahun lamanya beliau mengadakan perjalanan untuk tempat yang sesuai dengan tanda-tanda, sebagaimana yang tersebut sebelumnya.

Pendirian Pesantren Pada tahun 1975 bulan Juni beliau mendapatkan peringatan agar segera mendirikan pondok pada awal bulan agustus. Akhirnya pondok inipun berdiri pada tanggal 7 Agustus 1975 di kampung Tuju-Tuju, Kec. Kajuara, Kabupaten Bone dengan 7 santri. Dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan, maka pondok dibentuk menjadi sebuah majlis biasa dengan nama Majlis Qurro’ Wal Huffadz. Pondok ini berdiri tanpa donatur pembangunan dan ruang kondusif untuk tempat pengajian. Semua hal ini disebabkan pada saat itu pemerintah tidak mengizinkan akan didirikannya pondok ini, serta masyarakat yang tinggal di sekitar pondok enggan untuk menginfakkan hartanya untuk pembangunan pondok ini. Inilah akhir dan awal pembangunan pembangunan Majlis Qurra’ wal huffadh. Pada saat itu berbagai macam intimidasi dirasakan oleh santri pengajian, mulai dari gangguan masyarakat sekitar sampai tindakan pemerintah yang memandang sebelah mata akan kehadiran pondok ini.

Pergerakkan Pesantren Pasca Pendirian 17 tahun lamanya majlis Qurra wal Huffadh tidak mendapat perhatian dari pemerintah, bahkan pondok ini menjadi objek penyerangan para aparat pemerintah dan militer dengan terus mengintimidasi serta berusaha menghentikan pembangunan dan pengajaran di majlis ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mengokohkan keberadaannya, dan tepat pada bulan oktober tahun 1993 diresmikanlah Majlis Qurra’ wal Huffadh dengan nama Pondok Pesantren Darul Huffadh oleh Bapak Bupati Bone. Sebelumnya, pada tahun 1989, Darul Huffadh, yang saat itu masih bernama Majlis Qurro’ wal Huffadh, telah menjalankan program Kuliyatul Mu’alimin Al-Islamiyyah (KMI), namun 2 tahun berturut-turut belum ada santri yang dapat menyelesaikan program pendidikan ini. Hingga pada tahun 1996 tercatat 3 santri alumni pertama KMI Pondok Pesantren Darul Huffadh. Dan seterusnya, tiap tahun melahirkan dan mencetak alumni yang diharapkan mampu memimpin umat dalam menjalankan kehidupan duniawi menuju keselamatan akhirat. Pada tahun 1997 dibukalah Pondok Pesantren Putri untuk memperlebar sayap dakwah Pondok Pesantren. Dan berbagai kegiatan extrakurikuler mulai dijalankan sebagai bekal bagi santri untuk menantang masa yang kian hari makin berkembang. Mulai dari kursus bahasa, seni dan komputer, yang kesemuanya itu dikelola oleh kalangan pondok. Dan saat ini Pondok Pesantren Darul Huffadh sudah menaungi Madrasah Aliyah Darul Huffadh, Madrasah Tsanawiyah Darul Huffadh dan Salafiah Darul Huffadh, yang mana semuanya itu telah terdaftar di Departemen Agama.

Wafatnya Ustadz H. lanre Said Pada tahun 2005, dalam usianya yang ke 82 tahun, tepat pada hari Ahad, 22 Mei 2005 Ayahanda Al-Ustadz Lanre Said terserang penyakit strok, inilah tanda-tanda yang diberikan oleh Allah SWT bahwa nafas terakhir sudah berada di ambang pintu. Beliaupun menghembuskan nafas terakhirnya tepat pada pukul 13.30 di rumah sakit umum kab. Sinjai pada hari Selasa , 24 Mei 2005 semua mata dan telinga terpaku menyaksikan peristiwa ini. Peristiwa yang membawa duka dan lara dalam jiwa-jiwa yang telah beliau tinggalkan. Beliau dimakamkan pada hari Rabu setelah sholat dzuhur di kawasan pondok. Kini beliau pergi meninggalkan kita. Yang beliau titipkan adalah amanah yang tidak ringan, Amanah yang harus dijalankan sesuai ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Tugas kita bagaimana membangun kembali Darul Huffadh menuju peradaban keemasannya dimana Al-Qur’an dan As-sunnah adalah landasan pengasuh serta santri Pondok Pesantren dalam mengambil langkah dan kebijaksanaan. Lebih dari itu diharapkan pondok ini bisa menjadi lampu penerang bagi seluruh alam yang terus berjuang menegakkan kalimat Allah hanya untuk menegakkan kalimat Allah hanya untuk menggapai keridhoan-Nya.