Skip to Content

Kebutuhan Belajar Santri Read more     Syarat-syarat Masuk PP. Darul Huffadh Read more     GERBANG : Kado mini Milad ke- 37 Darul Huffadh-ku Read more     PENGAJUAN ACARA MENJELANG KESYUKURAN KE - 37 TAHUN Read more     FORMATUR PANITIA KESYUKURAN KE 37 TAHUN PONDOK PESANTREN PUTRI DARUL HUFFADH Read more     Panitia Keyukuran Ke-37 Tahun Darul Huffadh Read more     Lepas Kangen dengan DARUL HUFFADH Read more     Liputan D'Jour Read more     Pendaftaran Santri Baru Read more     Pondok Pesantren Akan Disetarakan Read more     

Sepucuk Surat Dari Ibu

Ibuku Sayang

Anakku,
ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.
Suatu ketika, aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang.
Aku berharap tidak memarahiku.

Anakku sayang,
Ketika pendengeranku semakin memburuk, dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan....
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maaf Anakku,
Aku semakin tua ketika lututku mulai lemah, aku berharap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun.
Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil untuk belajar berjalan.

Aku mohon anakku,
Jangan bosan denganku, ketika aku terus mengulagi apa yang kukatakan, seperti kaset rusak, aku harap kamu terus mendengar aku. Tolong jangan mengejekku atau bosan mendengarkanku.
Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah mainan? Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bauku anakku..
Tercium seperti orang yang sudah tua, aku mohon jangan memaksaku untuk mandi. Tubuhku lemah, orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin.
Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu..
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mengejar-ngejar kamu, karena kamu tidak ingin mandi.

Aku harap anakku..
Kamu bisa bersabar denganku ketika aku selalu rewel, ini semua bagian dari menjadi tua..kamu akan mengerti ketika kamu tua kelak
Maaf kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku selama beberapa saat terakhir dalam hidupku..
Aku mungkin tak akan bertahan lebih lama, ketika waktu kematianku datang, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikan kekuatan untuk menghadapi kematian.

Dan jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan sang pencipta, aku akan berbisik kepada-Nya untuk selalu memberikan berkah kepadamu karena kamu mencintai IBU.

 

Komentar

Mom.....I Love You, tak ada

Mom.....I Love You, tak ada yang bisa menggantikanmu